Antisipasi Aksi Perundungan di Lingkungan Sekolah SMK Mulia 5 Muhammadiyah Jember

Jemberonline.com – Untuk antisipasi kejadian perundungan terhadap siswa di lingkungan sekolah, SMK Mulia Muhammadiyah 5 Jember yang berlokasi di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember memberikan penyuluhan bagi siswa siswi kelas X SMK tersebut di Aula sekolah pada Kamis 09/09/2021. Materi perundungan (bullying) yang diberikan pada para murid oleh pemateri meliputi tentang hal mengejek, memaki, memfitnah serta menebar gosip.
DomaiNesia
Sedikitnya ada 115 siswa siswi kelas X yang hadir dalam acara edukasi Perundungan. Yang menarik dari hasil tanya jawab antara pemateri dengan para murid ketika didapati bahwa diantara siswa pernah ada yang dapat perlakuan perundungan ketika siswa tersebut masih duduk di bangku SMP.
DomaiNesia
“Perundungan itu terjadi ketika saya masih di SMP. Bullying adalah suatu hal yang melukai atau merugikan orang lain. Untuk itu di sekolah ini para siswa perlu mendapat wawasan agar tidak terjadi tindak bullying disini,” ucap Salsabila Humaidah, salah satu siswi kelas X.
DomaiNesia
Ilham Aji salah seorang siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer Jaringan ketika dimintai tanggapan atas program edukasi perundungan untuk murid kelas X menyambut baik program tersebut.

“Bagus, namun ya harus ada tindak lanjut yang lebih lebih dari guru-guru sama pembimbingnya. Harus ada tindakan langsung di lapangan agar bisa menekan laju bullying nya itu pak,” kata Ilham.

“Soalnya kalau cuma edukasi pembicaraan di depan, orang yang ngobrol di belakang banyak yang tidak memperhatikan, otomatis ilmunya itu keluar kanan masuk kanan ke kiri. Yang sifatnya kayak fisik juga harus ada praktek langsung. Selama ini kan cuma sebagai persyaratan saja dari aturan pemerintah bahwa sekolah harus mengadakan sebagai syarat saja, tidak ada tindak lanjut yang lebih untuk menekan laju angka bullying itu sendiri,” beber Ilham.

Pemberi materi Amir Halim Ismail, dari MCCC,(Muhamadiyah Covid-19 command center) Jember mengatakan bahwa materi yang diberikan bertujuan untuk memotong rantai bullying.

“Bentuk materi hari ini adalah terkait dengan bullying yang ada di sekolah jadi keinginan dari pemateri ini dan juga keinginan dari SMK Mulia bahwasanya jangan sampai terjadi bullying di sekolah ini. Dengan memotong rantai bullying di sekolah diharapkan tidak terjadi kenakalan remaja yang tidak diinginkan oleh sekolah yang kita ajarkan kepada siswa supaya ada keberanian untuk melaporkan ke pihak dulu atau tidak materi yang ada di SMK mulia terkait dengan,” kata Amir.

Kepala Sekolah SMK Mulia 5 Muhammadiyah, Abdul Rozik, mengapresiasi proses edukasi bullying disekolah yang dipimpinnya.

“Sosialisasi anti bullying di sekolah kita berikan karena peristiwa perundungan sebenarnya bisa menimpa sekolah manapun juga. Di era yang seperti ini perundungan kepada anak bisa terjadi lewat medsos dan sebagainya. Dengan ini harapan kami bullying ini tidak terjadi lagi pada anak-anak kami. Edukasi ini bertujuan mengenalkan bullying serta bagaimana cara mengantisipasi bullying,” terang Rozik.

“Jadi kami akan menggunakan beberapa anak, sekitar 30 anak itu sebagai aktor pencegahan bullying yang ada di sekolah nah fungsinya 30 anak-anak ini nanti akan kita bikin khusus akan kita beri pemahaman khusus sehingga mereka bisa melakukan sosialisasi itu secara berkala di lingkungan sekolah. Jadi 30 anak ini akan menjadi pilot project terhadap pencegahan bullying yang ada di sekolah,” pungkas Kepala Sekolah. (dop).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya