Diduga di Diskriminatif Oknum Ketua, Bakal Calon Pilkades Tidak Lolos Verifikasi

Jemberonline.com – Merasa didzolimi oknum Panitia seorang Bakal Calon Pilihan Kepala Desa di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, mengadu ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mendapatkan keadilan. Titis Ika Widiati Paskarimi (39) memohon Pendampingan Hukum kepada LSM Satya Galang Indonesia (SGI) untuk menemukan kebenaran yang seadil-adilnya.

“Saya sejak awal pendaftaran merasa di diskriminasi. Ketika persyaratan saya tidak memenuhi aturan yang berlaku, kenapa ketika saya mendaftar kok diterima. Padahal sejauh yang saya tahu, kekurangan berkas bisa disusulkan kemudian,” tutur Titis saat di konfirmasi di rumahnya pada Kamis malam 10/06/2021.

Baca juga :

Dalam keterangan selanjutnya Titis mengatakan bahwa Panitia Pilkades di desanya, selalu mendasarkan semua keputusan yang diambil dengan mengatas namakan bahwa semua keputusan sudah berdasarkan Perbub Nomor 37 Tahun 2021.

Keganjilan semua tindakan Panitia, sudah dirasakan ketika ada surat edaran terkait mundurnya jam penutupan waktu pendaftaran yang semula ditutup pada jam 14.00 wib dirubah menjadi jam 24.00 wib 04/06/2021.

Namun untuk menutupi semua keganjilan tersebut, panitia akhirnya sepakat untuk menunda waktu penutupan pendaftaran hingga Senin pagi 07/06/2021 jam 08.00 wib.

Surat Edaran yang dikeluarkan oleh panitia itu dinilai maladministrasi, karena edaran tersebut dilakukan oleh ketua panitia, tanpa di musyawarahkan terlebih dulu dengan anggota panitia yang lain.

Selain itu, anehnya, dari awal pendaftaran hingga hari verifikasi, panitia sama sekali tidak menerbitkan Tata Tertib yang bisa dijadikan payung hukum dalam mengatur semua kebijakan yang akan diambil di Pilkades.

Ustadul Gufron, Ketua Panitia penyelenggara Pilkades, saat dikonfirmasi di kantor desa setempat pada Jumat pagi 11/06/2021, membantah semua tudingan yang di keluarkan oleh salah satu balonnya.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan Perbub yang ada. Pada waktu pendaftaran, balon yang dimaksud memang tidak bisa menunjukan persyaratan yang sudah ditentukan,” ungkap Gufron.

Namun ketika ditanya tentang Tata Tertib yang mengatur semua keputusan dan sudah disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) Gufron mengatakan bahwa Tatib masih dalam pembahasan.

“Tata Terbit masih dalam pembahasan, sedang kami buat,” jawab Gufron sambil melengos.

Hingga pada Rabu 09/06/2021 saat verifikasi yang dihadiri Muspika dan Instansi terkait, bahwa balon atas nama Titis IWP dinyatakan gugur dari pencalonan.

Padahal ada sebuah peraturan juga yang menyebutkan jika dalam verifikasi terdapat kekeliruan administrasi maka data akan dikembalikan kepada bakal calon untuk dilakukan perbaikan selama 5 hari, dan jika dalam kurun waktu 5 hari tak kunjung diselesaikan, maka secara de facto dianggap mengundurkan diri atau gugur.

Koko Ramadhan (45) Presiden Direktur LSM SGI yang dalam hal ini sebagai Pendamping Hukum Titis (balon yang di diskualifikasi) mengatakan bahwa semua yang dilakukan oleh panitia Pilkades tersebut adalah cacat hukum dan maladministrasi.

“Apa yang dilakukan oleh oknum panitia terhadap saudari Titis, banyak saksinya. Keterangan saudara ketua panitia tidak mendasar, sebab beliau tidak bisa menunjukkan surat tata tertib pelaksanaan pemilihan kepala desa, kenyataan masih dalam pembahasan, saya juga menerima info bahwa selama ini ketua panitia mengambil putusan diri sendiri tanpa adanya musyawarah anggota panitia, dan ketika saya tanyakan kok bisa penutupan pendaftaran dari jumat pkl 14.00 wib, diajukan menjadi jumat pkl 24.00,dasar dari mana anda, jawaban ketua panitia ternyata hanya asumsi sendiri. Hal inilah yang menjadi dampak bagi saudari Titis atas putusan asumsi ketua panitia,” beber Koko panjang lebar, pada Minggu siang 13/06/2021 saat dikonfirmasi dirumahnya.

“Kabar terbaru, ketua panitia menyuruh salah satu anggota untuk menegoisasi damai dengan bu Titis, ada apa dengan panitia, jika sampai minggu depan tidak ada itikad baik dari Panitia, maka kami akan menempuh jalur hukum,” pungkas Koko.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *