Dua Perahu Karam Akibat Ombak Tinggi Di Perahu

Jemberonline.com -Sedikitnya dua kapal milik nelayan yang berada di Pantai Pancer, Kecamatan Puger Jember, tenggelam akibat diterjang ombak setinggi 4 meter yang menerjang kawasan tersebut, pada Minggu pagi 01/08/2021. Dua perahu nelayan yang karam tersebut berjenis setetan yang biasanya diisi dua orang, dan perahu besar berisikan 20 – 23 orang.

Ombak setinggi 4 meter yang terlihat membuat beberapa perahu yang bersandar juga terombang ambing. Beberapa nelayan tampak membantu awak perahu yang berisikan sekitar 23 orang, serta dua orang awak yang mengemudikan setetan yang perahunya pecah akibat dihantam gelombang. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Para nelayan yang ada di kapal yang karam tersebut memberikan kode meminta dibantu oleh para warga yang tengah berada di daratan. Puluhan masyarakat nelayan ini bahu – membahu membantu menepikan satu perahu nelayan ke daratan.

Seorang nelayan Pantai Pancer, Budi Santoso (40) saksi yang melihat kejadian membenarkan adanya dua perahu karam di perairan Pelawangan, Pantai Pancer.

“Pagi ini memang ada dua perahu yang karam, satu setetan, dan satu jenis perahu kapal berisi 23 orang, pas waktu mau pulang melaut tercepit dibatu akibat ombak besar dan perahu rusak parah namun tidak ada korban jiwa,” kata Budi.

Ia juga menjelaskan, jika kondisi perairan Puger saat ini kurang baik, jika nekat melaut harus benar ekstra berhati – hati karena ombak sangat besar.

“Ombak terlihat hampir 4 meter lebih, dan kondisi sampai siang ini masih besar, dan banyak nelayan yang akan pulang melaut menunggu ombak landai, jika nekat bisa berbahaya juga,” ungkapnya.

Beruntung kata Budi bahwa tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Seluruh nelayan yang ada di dua perahu tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sementara itu, pihak Kasat Polair Iptu M. Nai membenarkan adanya informasi adanya dua perahu nelayan yang karam di perairan Pelawangan. Pihaknya bersama anggota telah mengecek ke lokasi guna memastikan kondisi nelayan tersebut.

“Kami bersama anggota melakukan cek lokasi dan himbauan sudah kami berikan. Namun memang kondisi ekonomi sangat sulit untuk saat ini, jadi meski ombak besar nelayan tak terbendung tetap melaut. Sementara ini memang tidak ada korban jiwa, namun kerugian material dialami nelayan yang perahunya karam,” kata M. Nai.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya