Ini Kata Saksi Terkait Ijasah Balon Kades Mayangan

Jemberonline.com – Mapolsek Gumukmas, Resor Jember, Kamis 24/06/2021 memanggil beberapa orang saksi terkait tudingan atas berkas persyaratan seorang balon Kades yang ditengarai tidak benar.

Seperti yang diberitakan oleh beberapa media, balon SN yang merupakan warga Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Jember, yang dituding oleh salah satu balon yang lain dengan tuduhan tidak memiliki ijasah sekolah dasar dan tidak pernah lulus dari sekolah dasar.

Tidak hanya sebuah tudingan saja, bahkan balon yang bersangkutan telah mengirimkan surat tertanggal 21 Juni 2021 perihal keberatan dengan keputusan panitia tertanggal 18/06/2021 tentang Pelulusan Berkas Bakal Calon atas nama SN kepada panitia penyelenggara pilkades di Desa Mayangan.

Sedikitnya ada empat orang saksi yang diperiksa oleh Unit Reskrim Polsek Gumukmas. Masing masing saksi mengatakan bahwa mereka adalah teman sekolah satu kelas atau satu angkatan dengan SN.

IT (50) salah seorang saksi yang sekarang berdomisili di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, dalam kesaksiannya IT mengatakan dengan sebenar benarnya bahwa IT memang satu angkatan dengan SN.

“Awalnya SN bersekolah di SDN 03 Mayangan (sekarang SDN 02 Mayangan) Ketika kelas 4 SN pindah sekolah di MI. Namun saat pelulusan, MI tidak bisa menyelenggarakan Ujian Negri, maka MI bergabung dengan SDN 03,” kata IT.

Pernyataan IT tersebut didukung oleh tiga orang temannya, MH, SF, dan SLH yang ketika itu bersekolah di tempat dan tahun yang sama dengan SN.

M. Zaenudin SH, penasihat hukum dari SN saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hari ini pihaknya telah menghadirkan empat orang saksi.

“Di sesi pemeriksaan saksi, kami menghadirkan empat orang yang dulunya adalah teman teman satu kelas dan lulus bersamaan di tahun 1990 dengan klien kami,” katanya.

“Memang benar bahwa klien kami dari kelas empat bersekolah di MI. Pada saat ujian kelulusan MI tidak bisa melakukan sendiri ujian negri. Jadi saat itu MI bergabung dengan SDN Mayangan 03 yang sekarang jadi SDN Mayangan 02 untuk mendapatkan ijasah negerinya,” pungkas Zaenudin.

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya