Jembatan Maut Jalan Candi Wonorejo Makan Korban Lagi

Jemberonline.com – Nasib nahas dialami oleh dua orang dari Kabupaten Lumajang saat mobil Kijang Tahun 90an yang mereka kendarai terpeleset dan terjatuh di jembatan maut yang berada di jalan candi Dusun Krajan B, Desa Wonoerejo, Kecamatan Kencong, Jember pada Senin siang 4/10/2021 sekira pukul 11.00 Wib.

Peristiwa tersebut berawal saat Suwadi warga Kecamatan Candipuro, Lumajang bersama dengan Suparno warga Pasrujambe, Lumajang, berniat melihat kayu yang berada di Puger, Jember.

Perjalanan yang mereka tempuh melalui Jalur Lintas Selatan dan keluar di jalur yang menuju Desa Kepanjen. Namun setelah sampai di Desa Mayangan ada perbaikan jembatan yang memaksa mereka harus ambil jalan alternatif.

Baca juga:  Pasangan Selingkuh Digerebek Warga di Rumah Kost Sumbersari

Karena bingung dan tidak tahu arah, mobil yang mereka kendarai nyasar hingga wilayah Wonorejo, Kencong. Dan saat melintas di jembatan yang berada di Jalan Candi itulah, mobil Kijang tersebut tergelincir hingga terjatuh kedalam sungai Aftur Besini tersebut.

“Posisi jalan menanjak, sehingga saya tidak tahu kalau jembatan itu sempit dan tanpa pengaman. Tiba tiba saja mobil terpeleset dan tercebur ke sungai,” ujar Suwadi, sopir Kijang itu.

Korban Suparno selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan perawatan. Korban luka di kepala dan diprediksi menderitanya gegar otak ringan, sementara pengemudinya, Suwadi tidak terluka sama sekali.

Kasus mobil terguling di jembatan tersebut bukan hanya terjadi kali ini saja. Beberapa waktu lalu juga pernah terjadi kasus yang sama. Sebuah mobil Izusu Panter tercebur di lokasi yang sama.

Baca juga:  Santri Pondok Assunniyyah Yang Tenggelam Akhirnya di Temukan Telah Meninggal

Menyikapi hal tersebut, pihak desa melalui Sekretaris Desa, Viki Dwi VM prihatin atas kejadian tersebut.

“Mobil Kijang tersebut mau melintas dari arah Selatan ke Utara. Dan jembatan itu memang tidak ada pengamannya disisi yang sebelah barat. Kedepannya, kami pihak desa akan memberikan pengaman sementara sambil menunggu koordinasi dengan pihak pengairan, untuk mencegah kejadian yang sama terulang lagi,” ujar Viki.

Pihak Aparat Desa, bersama dengan Babinsa dan Babinkamtibmas beserta pengairan, sedang mengusahakan cara untuk mengevakuasi mobil tersebut. (dop)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya