Mantan Ketua TPM Di Duga Selewengkan Dana BKAD dan Dana Nasabah

Jemberonline.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Gumukmas, Suwono (57) mengeluhkan ulah seorang mantan Ketua Tim Penanganan Masalah (TPM) yang dinilai telah merugikan BKAD senilai jutaan rupiah.

Pada pokonya BKAD mempunyai tugas sebagai pelayanan terhadap masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana yang dikelola oleh BKAD adalah dana bergulir.

Dalam keteranganya kepada beberapa awak media pada Jumat (07/05/2021) Suwono mengatakan bahwa dalam dua periode (satu periode 3 bulan) SJM (55) telah membuat pusing para pimpinan BKAD-UPK Kecamatan Gumukmas.

Betapa tidak, ulah SJM selain diduga menggelapkan dana iuran dari nasabah, dalam masa jabatannya pada sekitar tahun 2018, diduga juga telah membuat kelompok kelompok fiktif untuk bisa meraih pinjaman di BKAD.

Orang ini sangat licin, bak belut. Sulit sekali ditemui. Usaha yang pernah dilakukan untuk bisa menemui orang ini sudah puluhan kali dilakukan. Bahkan Camat Gumukmas, beserta seorang Jaksa dari Jember, juga tidak bisa menemui SJM,” kata Suwono dengan nada gusar.

Tidak ada istilah gratis dalam pembayaran disini, akan kami kejar sampai di manapun juga,” kata Suwono.

Untuk data kongkritnya, silahkan rekan rekan jurnalis datang di Kantor BKAD, akan saya tunjukan semua data penyelewengan yang dilakukan oleh SJM. Pihak BKAD-UPK akan sangat berterima kasih sekali jika para rekan jurnalis mau membantu kami dalam menyelesaikan permasalahan ini,” bener Suwono.

Hasil investigasi yang dilakukan kepada seorang ketua kelompok yang menjadi korban dugaan penipuan SJM, menjelaskan bahwa dalam aksinya, SJM selalu melakukan tekanan dalam penagihan.

Ada atau tidak ada, ibu harus bayar. Saya tidak bisa menerima alasan apapun,” kata Diah Purwaningsih menirukan ucapan SJM.

Akhirnya suami saya mencarikan uang yang pertama saya titip ke SJM satu juta, yang kedua tujuh ratus, dan ketiga delapan ratus, total ada 2.5 juta rupiah yang diterima SJM dan berkwitansi,” ujar Diah.

Namun ketika pada suatu saat Diah ditagih lagi oleh UPK (Unit Pengelola Keuangan) Diah sangat kaget bahwa ternyata uang yang sudah dibayarkan ke SJM tidak pernah disetorkan ke UPK.

Saya kaget, ternyata uang yang saya serahkan tidak dibayarkan oleh SJM,” kata Diah.

Ketika hal tersebut ditanyakan, jawaban SJM terkesan berbelit belit, hingga akhirnya mengakui bahwa uang tersebut memang belum dibayarkan dan akan diganti meski tidak jelas kapan akan digantinya.

Dikutip dari hasil konfirmasi yang berhasil dilakukan oleh beberapa media (karena sulit menemui SJM) didapat keterangan bahwa SJM sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh beberapa awak media.

Gak salah sampeyan mas, kok yang kecil ini yang sampeyan urus mas kenapa gak yang besar besar itu saja yang sampeyan urus, Kasus ini sudah masuk dimeja Kejaksaan Negri Jember mas,” ujar SJM saat ditemui dirumahnya pada Selasa (4/5/2021).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya