Nelayan Pancer Puger Jember Kesulitan Bawa Pulang Tangkapan Akibat Pendangkalan Sungai

Jemberonline.com – Warga Nelayan pantai Pancer Kecamatan Puger Jember pada mengalami kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan, pasalnya perahu yang mereka kendarai tidak bisa masuk ke Area tempat pelelangan ikan atau sandarnya perahu akibat Pendangkalan yang terjadi di muara.

Hal tersebut membuat nelayan sempat kelimpungan dan memutar otak agar ikan yang mereka tangkap lekas sampai ketujuan, karena Medan pendangkalan yang terjadi hampir ditengah tengah muara pintu masuk nelayan hanya bisa sabar dan menunggu air laut Naik baru armada tersebut bisa masuk ke area perahu sandar.

Selain menunggu air laut naik, terkadang nelayan harus mengunakan perahu kecil untuk membawa sebagian ikan yang memang jika dibiarkan terlalu lama nilai ekonomisnya berkurang.

Untuk bulan Agustus ini, nelayan Puger sedang panen ikan tangkapan ikan jenis Tongkol dan juga Lemuru atau Bengkol, namun terkadang kendala cuaca dan tiba tiba ombak sangat besar hingga kisaran 4 meter hingga beberapa Minggu lalu telah hempaskan 2 Perahu nelayan dikarang pada saat hendak pulang melaut.

Brata Catur Singgih, salah satu nelayan pancer Puger juga menyampaikan dilema perihal gejala alam yang tidak menentu seperti sekarang ini.

“Ombak beberapa Minggu memang sangat besar, akibatnya juga kurang bagus bagi nelayan.selain bisa membawa matrial ke muara dan sebabkan pendangkalan juga nelayan ketika hendak masuk ke jalur pelawangan harus terhenti ditengah jalan sambil membawa ikan yang mau lekas dijual akibat Medan tidak bisa dilewati,” kata Catur pada Minggu (15/08/2021).

Akibat dari situlah terkadang nelayan harus menunggu ber jam jam hingga air laut naik kembali dan hasil tangkapan lekas dijual ke tempat pelelangan ikan.

“Pendangkalan ini juga sangat pengaruh kepada roda perekonomian nelayan, karena untuk lalu lalang nelayan datang dan pergi harus menunggu air pasang kembali, nelayan yang biasanya pulang menangkap ikan jam 4 pagi baru bisa masuk ke tempat pelelangan pukul 13.00 siang,” imbuh nya.

Terlihat, untuk saat ini ombak di pantai Pancer Puger landai tenang dengan kisaran ketinggian ombak antara 1-2 meter, namun nelayan masih belum bisa pergi melaut lantaran kondisi pedangkalan muara sungai Bedadung Afur Mbesini tersebut.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya