Oknum RT Diduga Kuasai Dan Salah Gunakan KKS Milik Warga

Jemberonline.com – Bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan pangan dari Pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 200.000,-(dua ratus ribu rupiah) perbulan.

Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran bagi masyarakat miskin terutama di masa pandemi, diberikan dalam bentuk Kartu Keluarga sejahtera (KKS).

Menurut ketentuan KKS tidak boleh dipindah tangankan kepada orang lain, apalagi kartu dibawa dan sengaja ditahan orang lain dengan alasan apapun, karena dikhawatirkan akan disalahgunakan.

Seorang Rukun Tetangga (RT) diduga menyalah gunakan KKS dan KTP milik warganya, dengan sengaja menahan dan mencairkan di agen.

Diketahui KKS tersebut milik seorang janda bernama Niba, warga Dusun – RT 002 / RW 001 Desa Plalangan Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur.

Selama 4 (empat) bulan terhitung sejak bulan Januari sampai dengan bulan April 2021 hanya diberi beras 10 (sepuluh) kg oleh oknum RT.

Salah satu putri dari Niba bernama Yuhairiya kepada media mengungkapkan kekesalan dan kekecewaannya terhadap kelakuan serta perbuatan oknum RT bernama Nirjo / P. Lut terhadap orangtuanya.

Sampai saat ini KKS dan KTP milik orang tuanya tersebut masih dibawa RT, dengan alasan karena RT yang mengurusi semua persyaratannya.

“Sempat saya minta hak orang tua, pak RT malah mengancam saya mau dihukumkan.” Katanya.

Nirjo / P Lut selaku RT saat dikonfirmasi oleh media di rumahnya, Rabu (14/4) mengakui memegang KKS dan KTP atas nama Niba, kalau KK memang tidak ada karena dibakar oleh Niba.

“Kalau terkait bantuan, seperti beras bukan diambil saya, itu saya kasihkan semua, tapi disuruh dititipkan di sini, orangnya hanya mengambil beras sebanyak 10 (sepuluh) kg, sisanya masih ada disini,” jelas Nirjo.

Lebih lanjut Nirjo menerangkan, dahulu sempat bantuan tidak turun, jadi terpaksa dipinjamkan di agen. Bahkan KKS sempat diblokir juga, dan dirinya yang mengurusi.

“Jadi saya yang memberi ke Niba
seperti sayur, gula, bubuk. Bukan saya yang mengambil, saya kasihan pada orangnya, tanya saja pada orang- orang disini. Anaknya tidak mau tau dan tinggalnya jauh, di Dusun Jambuan Desa setempat. Kalau memang diminta sama anaknya tidak apa-apa, yang penting tanggung jawab kalau ada apa-apa. Tapi itu bukan memberi pada orang tuanya, tapi yang disini di bawa,” ujarnya.

Seorang anggota BPD setempat yang tidak mau disebut namanya pernah memberi teguran kepada RT tetapi tidak digubris. Saya malah mendapat ucapan tidak enak dari keluarga RT.” Katanya.

Berdasar data terhimpun, dalam Pasal 372 KUHP tertulis, barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page