Pelatihan Dan Pembekalan Banbinkamtibmas 4 Polsek Budi Daya Ikan Tawar

Jemberonline.com – Dampak Pandemi COVID-19 yang berlangsung lebih setahun, bukan hanya berdampak bagi kesehatan, tetapi juga berdampak pada hampir seluruh sektor dalam sistem kehidupan masyarakat. Salah satu sektor strategis yang paling terdampak adalah ketahanan pangan yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat.

Bagi Kepolisian Resort Jember, kondisi tersebut perlu dicarikan solusinya untuk membantu masyarakat bisa bertahan hidup dimasa pandemi. Salah satu solusi yang dipilih adalah mendorong peran aktif Bhabinkamtibmas sebagai pilar penyangga pembinaan warga desa binaan dalam upaya penguatan ketahanan pangan.

Salah satu komoditas yang direkomendasikan pada sektor ketahanan pangan adalah, pembinaan dan pendampingan wirausaha budidaya ikan bagi warga desa binaan.

“Untuk itu melalui pelatihan budidaya ikan diharapkan bisa menjadi energi baru agar personil Bhabinkamtibmas lebih produktif dalam membuka peluang ketrampilan wirausaha”, tutur Kabagsumda Kompol. Sudjatmiarto, SH saat menyampaikan sambutan pada Acara Pelatihan Dan Pembekalan Budidaya Ikan Tawar. Kamis (17/06)

“Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini nantinya juga dapat digunakan untuk membantu warga mendapatkan solusi keluar dari dampak ekonomi di masa pandemi”, imbuhnya.

Acara yang digelar di Aula Hotel GGM Jember dihadiri sejumlah Bhabinkamtibmas dan Kapolsek di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, Puger, dan dan Kecamatan Jombang Kabupaten Jember.

Arif Sugihartani (45) Nara Sumber Pelatihan, saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa paduan teknologi bioflok yang dikenal memiliki banyak keuntungan dan ramah lingkungan, budi daya ikan tawar dijamin bisa lebih baik menghasilkan produksi dari sisi kualitas dan kuantitas.

Budidaya ikan tawar dengan bioflok, juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi wirausaha masyarakat karena akan menghasilkan produksi yang cepat dan banyak, namun dengan harga yang terjangkau.

“Dan merupakan salah satu sumber ketahanan pangan bagi masyarakat Jember,” ungkapnya.

“Selain materi budidaya air tawar, peserta pelatihan juga kami ajarkan tentang praktik pengisian kolam bioflok dan penggunaan mesin aerator”, pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *