Tradisi Unik Ritual Petik Tebu Manten PG Semboro

Jemberonline.com – Ritual petik tebu manten, tradisi unik yang masih dipertahankan sejak tahun 1928 oleh Pabrik Gula (PG) Semboro yang ada di Kecamatan Semboro Jember, adalah sebuah tradisi untuk menikahkan dua batang tebu sebelum masuk ke penggilingan. Tradisi yang dijadwalkan tiap tahun ini disebut Petik Tebu Manten.

Perayaan yang sudah ada sejak 93 tahun silam ini, dimaksudkan agar hasil panen akan melimpah, produksi lancar serta tidak ada halangan sedikitpun juga.

Meski dalam suasana pandemi covid-19, kemeriahan pernikahan dua batang tebu ini tidak kalah dengan pernikahan manusia. Bahkan, dua batang tebu yang dinikahkan juga dirias layaknya pengantin sungguhan.

Sebagai tradisi pengantin, tentunya ada laki laki dan perempuan, yang laki-laki bernama Raden Bagus Rosan dan untuk perempuan bernama Dyah Ayu Roro Manis.   Untuk membedakan laki-laki dan perempuan, tebu laki laki diberi asesoris keris, sedangkan tebu yang perempuan diberi asesoris bunga melati.

General Manager (GM) PG Semboro Fajar Lazuardi saat dikonfirmasi di tengah tengah acara, pada Jumat 30 April 2021 mengatakan, tradisi Petik Tebu Manten ini, digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas akan dilaksanakannya penggilingan gula tahun ini.

“Filosofi mengawinkan Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis ini sebagai simbol perkawinan antara PG dan Petani agar tetap berhubungan baik. Semoga giling tahun ini diberi kelancaran,” tuturnya.

Fajar menambahkan, untuk tahun ini proses giling telah dimulai sejak Minggu 25 April 2021 dan diharapkan selesai pada akhir Agustus 2021. Jumlah tebu yang akan digiling di 2021 diperkirakan sekitar 700 ribu ton.

“Proses penggilingan akan dilakukan selama kurang lebih 120 hari, dengan kapasitas giling rata-rata 6.000 ton tebu perhari,” ungkapnya.

Fajar menerangkan, tebu tersebut berasal dari tanaman tebu rakyat yang digiling di PG Semboro, yang luas lahannya mencapai total 10.500 hektar. Ia menargetkan proses giling akan menghasilkan 50.000 ton gula pasir.

Gula yang dihasilkan akan di distribusikan untuk masyarakat, setelah proses penghitungan HPP oleh pemerintah selesai dilakukan,” terangnya.

Ia pun menegaskan, di masa pandemi covid-19 ini manajemen PG Semboro dengan tegas akan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker menyiapkan tempat cuci tangan.

Selain itu, para pegawai semua juga telah menjalani suntik vaksin yang dilakukan di Surabaya sebelum kegiatan buka giling digelar.

Semua yang masuk ke area PG Semboro wajib mematuhi protokol kesehatan, kami juga mewajibkan seluruh karyawan untuk mengikuti vaksinasi yang telah disediakan manajemen,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *