Vaksinasi di SMK PGRI 5 Kencong, Hendy: Jember Sudah Level Satu

Jemberonline.com – Pastikan pencapaian herd Immunity atau kekebalan komunal, melalui Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan vaksinasi di SMK PGRI 5 Jember, yang berada berada di Kecamatan Kencong pada Senin 13/9/2021 dengan target 1.600 siswa siswi.

Vaksinasi di SMK PGRI 5 sedikitnya melibatkan sekitar 60 orang tenaga kesehatan yang di suplai oleh empat Puskesmas yaitu PKM Cakru, PKM Jombang, PKM Kencong dan PKM Tembokrejo. Menurut dr. Agus, Kepala PKM Jombang, target 1.600 vaksin untuk siswa tanggung jawabnya dibagi 4 dengan jatah per PKM 400 vaksin.

Dalam sambutannya, Bupati Hendy yang datang bersama dengan Wakil Bupati Gus Firjaun mengatakan bahwa Bupati sangat berterima kasih atas pelaksanaan vaksinasi yang didukung oleh empat Puskesmas.

“Saya sangat berterimakasih atas partisipasi SMK PGRI 5 yang telah memfasilitasi vaksin bagi 1.600 siswa siswi serta apresiasi buat rekan rekan tenaga kesehatan yang ikut mendukung suksesnya vaksinasi ini,” kata Hendy

Bupati Hendy juga mengatakan bahwa hari ini berdasarkan assessment, Jember sudah masuk kategori level satu.

“Tadi pagi, saya mendapatkan kabar bahwa Kabupaten Jember masuk level satu, namun meski begitu kita tidak boleh lengah, harus tetap pakai masker, harus tetap mematuhi prokes,” pungkas Bupati.

Dalam pesannya, Hendy tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lalai mengikuti protokol kesehatan serta tetap mengikuti vaksinasi bagi yang belum.

Kepala Sekolah SMK PGRI 5 Syaiful Anwar saat dikonfirmasi juga mengatakan hal yang senada.

“Dengan adanya vaksin di lembaga pihak kami lebih bisa mengontrol para siswa yang belum vaksin. Sekolah sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten bahwa permohonan sekolah telah dikabulkan untuk bisa memberikan vaksin bagi para murid,” kata Syaiful.

Mengenai program Pendidikan Tatap Muka, pihak sekolah sudah meminta persetujuan dari para wali murid.

“Sekolah sudah meminta persetujuan para wali murid, memang ada yang menolak, tapi itu sangat minim sekali. Hampir 99% orang tua murid menyetujui dan sudah kami dokumentasikan bermaterai,” pungkas Kepala Sekolah. (dop)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terima Atas Kunjunganya